jump to navigation

Lebih Dekat dengan Firman TelaKrezz August 28, 2008

Posted by sofwan {kalipaksi} in corat-coret, motivasi.
1 comment so far

Di antara teman-teman sekalian tentu sudah pernah ada yang melihat “iklan politik” Sutrisno Bachir versi baru, yang juga menampilkan sosok-sosok inspiratif seperti Bidang Apung, Hj. Rabiah dan anak muda pendiri waralaba snack singkong TelaKrezz asal Yogyakarta bernama Firman. Yupz, itu dia, yang digadang-gadang omset usahanya mencapai Rp 2 miliar per bulan!!!

Semalam, kebetulan, dalam sebuah acara saya sempat makan bareng satu meja di sebuah restoran masakan Padang di kawasan sekitar Jalan Sabang. Kesan saya atas dirinya, sangat bersahaja, ramah, dan jauh dari kesan “sombong” lantaran sedang naik daun gara-gara iklan itu. Malam itu, Firman ditemani Ahmad Intihan, yang Area Representatif TelaKrezz wilayah Jakarta.

“Mas, sejauh mana dampak iklan itu terhadap usaha anda?” tanya saya.
“Ada, meskipun secara tidak langsung. Sempat membuat kewalahan juga sih,” jawab pemuda yang baru berusia 26 tahun ini.

Memang, Firman bukan orang “ndeso” yang sukses mengemas ketela/cassava yang terkesan ndeso menjadi komoditas jualan makanan renyah, yang ternyata sangat menjanjikan.

Tapi, ada satu hal yang membuat saya terkesan dengan pemuda jebolan UGM ini. Yakni, ketika ia bercerita tentang dampak turunan dari usaha gerainya di kawasan poros Jalan Margonda Depok. Agen TelaKrezz di Margonda itu dikelola oleh seorang mahasiswa, dengan omset yang lumayan oke, rata-rata Rp4,5 juta per hari.

“Bukan semata nilai omset yang membuat saya bahagia. Namun, ternyata TelaKrezz di Margonda menginspirasi banyak mahasiswa untuk membuka usaha. Para mahasiswa itu belajar bahwa ternyata sebuah komoditas usaha yang sederhana bisa berkembang jika dikelola secara profesional,” ungkapnya.

Nah, jika anda ingin membaca story lengkap tentang usaha Firman, silakan klik link ini: Firman dan Pola Waralaba “Snack” Singkong sebuah kisah tentang Firman yang pernah dimuat di Harian KOMPAS.

Guys … Kapan Dong Proyek Novel Politik Kita Dimulai? August 27, 2008

Posted by sofwan {kalipaksi} in corat-coret, jurnalisme, sastra.
2 comments

Ini hanya sebuah gerutuan. Boleh kan menggerutu? Meski, sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka menggerutu, tapi “gerutuan” ini gerutuan positif. Jadi, semoga ini akan bermuara pada sesuatu yang positif, serta produktif, tentunya.

Semua ini bermula dari mimpi beberapa teman (termasuk saya) untuk menggarap sebuah novel politik. Idenya sederhana. Selama ini kebanyakan novel ditulis oleh seorang penulis (baca: novelis). Tapi, novel yang akan kami garap ini digarap keroyokan. Memang, akan menjadi rumit dalam proses penyelarasannya kelak.Tapi, ya, mau bagaimana lagi. Itulah resiko sebuah terobosan.

Pakem penulisannya pun simpel saja. Kami akan menuliskan sebuah cerita (diambil dari kisah nyata pada masa-masa pergerakan tahun 1990 sampai 1999). Temanya satu, cerita dengan latar pergerakan pemuda (tidak hanya mahasiswa, ya…) dalam rentang tahun-tahun itu.

Nah, para penulisnya merupakan aktivis dari berbagai latar belakang. Memang, sebagian dari kami sekarang berprofesi sebagai copywriter. Di antara kami, ada mantan narapidana politik ketika ia masih aktif sebagai aktivis PRD. Ia mewakili sudut pandang yang agak berbau sosialis. Lalu, seorang penulisnya lagi, mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah. Ia adalah mantan redaktur sebuah majalah nasional, yang kini juga menjadi seorang copywriter. Ia kami harapkan bisa mewarnai sudut pandang aktivis pergerakan mainstream. Seorang lagi, pernah aktif di pergerakan bawah tanah fundamentalis-religius. Dan, seorang lagi, pernah menjadi seorang aktivis kampus dengan latar politik nasionalisme tulen.

Dalam imajinasi kami, tentu akan menarik menyajikan cara pandang yang berbeda tentang sebuah peristiwa politik, yang terjadi di masa itu. Juga, bagaimana pola anak-anak pergerakan bereaksi ketika itu. Tentu, semuanya disajikan dalam bentuk sebuah novel.

Memang, ini bukan novel yang diharapkan bisa mendulang uang sebanyak-banyaknya dari hasil penjualan. Novel ini hanyalah sebuah media aktualisasi diri. Soal, dana….pikir belakangan. Pasti ada yang mendanai.

Persoalannya, keempat orang ini sekarang sedang super-sibuk. Bahkan, ada yang sampai terkapar di rumah sakit sampai dua pekan lamanya. Padahal, kami ber-azam novel ini bisa terbit menjelang pilpres 2009 yang akan datang.

Oh ya, mohon doa restu semoga rencana ini tidak menjadi sebuah pepesan kosong belaka.

So guys……..kapan dong proyek kita jalan? Ku tahu pasti kalian akan membaca blog ini. Kalian juga punya account blog, bukan?