Orang Kalah Jangan Mau Dihina, Tapi Juga Jangan Hanya Bisa Menggerutu March 21, 2008
Posted by sofwan {kalipaksi} in motivasi.trackback
Pekan ini bisa dibilang pekan penuh kekalahan. Beberapa upaya untuk mendapatkan klien baru gagal. So, saya hanya bisa berkata kepada teman-teman: “Jangan salahkan sistem yang korup. Salahkan diri kita sendiri. Kita kalah, artinya kita belum siap. Termasuk belum siap mengantisipasi sistem yang korup itu.”
Menjadi orang kalah itu pahit. Tapi, sebagai seorang manusia, saya kok termasuk yang berpendapat: setiap orang harus merasakan bagaimana pahitnya menjadi “orang kalah”. Tanpa itu, sepertinya kok hambar hidup ini. Dus, biasanya, si kalah akan menjelma menjadi si perkasa jika ia ber-positive thinking atas kekalahannya itu. Mengamuk dalam arti positif.
Sungguh, meskipun sudah berpuluh kali merasakan pahitnya kekalahan, saya tidak pernah takut untuk masuk ke arena pertandingan. Mengapa? Sebab, sudah berpuluh kali juga saya merasakan nikmatnya sebagai pemenang. Namun, bedanya, sekarang agak selektif untuk maju ke arena laga. Prinsipnya, jika mau maju, harus benar-benar siap agar peluang untuk menjadi “orang kalah” jauh lebih kecil.
Ada satu prinsip, yang selalu kami pegang, “Jangan menggerutu”. Memang, menggerutu bukan pekerjaan haram tapi efeknya terhadap mental sungguh negatif. Ini pula yang selalu saya sampaikan kepada teman-teman aktivis, yang selalu menggerutu bahwa kelompoknya tertindas, agamanya diperolok-olok, susah nggak punya dana, dan sebagainya. Saya selalu bilang, daripada menggerutu, teriak-teriak nggak karuan lebih baik kalian introspeksi diri.
Introspeksi dulu, cari kambing hitam dalam diri sendiri, baru menjadikan orang lain kambing hitam, itu baru fair. Lha ini belum apa-apa, sudah teriak: si fulan keparat, bangsa fulan bangsat, dsb. Biasanya, introspeksi diri yang dilakukan secara fair akan menumbuhkan semangat untuk bangkit, dalam konteks positif, termasuk dalam mengantisipasi sistem yang korup tadi.
So, bagi siapapun yang sedang mengalami “kekalahan”: ayo bangkit. Benahi diri, kelompok, dan organisasi kita.
artikel terkait dengan tender bisa klik di sini






Comments»
No comments yet — be the first.