Seandainya Tender Bisa Seperti Ajang FA CUP March 10, 2008
Posted by sofwan {kalipaksi} in corat-coret.trackback
Kejutan kembali terjadi di kompetisi FA CUP, sebuah kompetisi sepakbola terbesar di Inggris. Kejutan itu, hanya satu klub Premiership saja yang menembus babak semifinal. Selebihnya, klub-klub gurem (bukan anggota Divisi Utama): Bristol Rovers, Cardiff City dan Barnsley.
Sudah begitu, Portsmouth, klub Liga Premier yang tersisa pun bukan klub elit semacam MU, Chelsea, Liverpool atau Arsenal.
Barnsley lolos ke semifinal setelah menundukkan juara bertahan Chelsea. Sebelumnya, klub yang saat ini menempati posisi 19 klasemen divisi Championship, juga menyingkirkan Liverpool. Kesuksesan Barnsley jadi “pembunuh raksasa” kemudian diulangi oleh Cardiff yang menyingkirkan Middlesbrough dengan kemenangan 2-0.
Saya lalu membayangkan ajang FA Cup ini teranalogikan sebagai ajang lelang di lingkungan Departemen, yang kini memang sedang musim-musimnya. Bisakah para pemain kecil mengandaskan para pemain besar dan pemain lama?
Bisa, jika ukurannya persaingan sehat dan berdasarkan meritokrasi penilaian yang obyektif. Tapi, persoalannya kan tidak sesimpel itu. Para birokrat panitia lelang cenderung mempertahankan vendor lama mereka, yang sudah “gemuk” dan selalu siap menjadi “sapi perahan”.
Nah, jika sudah begini, pengumuman tender di koran pun hanya menjadi semacam formalitas belaka. Toh, pemenangnya sudah di tangan panitia. Memang, ada juga panitia lelang yang obyektif, yang memungkinkan pemain baru tapi berkualitas memenangkan pertarungan.
So, kita lihat saja apakah semangat sportivitas ajang FA Cup bisa menular ke ajang musim lelang tahun ini? Semoga.






Comments»
No comments yet — be the first.