jump to navigation

Buka Kartu tentang arti nama KALIPAKSI March 10, 2008

Posted by sofwan {kalipaksi} in corat-coret.
trackback

Rupanya, nama KALIPAKSI yang saya gunakan sebagai nama pena dan ID untuk account beberapa blog membuat banyak orang penasaran. “Mas, kalipaksi itu nama apa? Aneh, tapi unik,” begitu banyak pertanyaan datang menghampiri.

Yups, nama itu memang unik. Saya sudah kepincut dengan kata KALIPAKSI sejak tahun 1995, sekitar beberapa bulan sebelum anak pertama saya lahir. Tadinya, saya bersikukuh untuk memberi nama anak pertama saya dengan imbuhan di belakang namanya dengan kata KALIPAKSI. Anak pertama saya bernama Salman. Tadinya, saya ingin lengkapi namanya menjadi SALMAN KALIPAKSI. Namun, karena itu dianggap tidak jamak, baik keluarga besar saya maupun isteri tidak setuju. Yo wess, gagal punya anak bernama KALIPAKSI.

Begitu pun ketika putra kedua lahir. Tadinya, saya kekeuh mau diberi nama FACHRI KALIPAKSI. Kali ini isteri saya tidak setuju. Gagal lagi. Tapi, saya sempat memberi nama lima bayi laki-laki dengan akhiran KALIPAKSI. Yang paling saya ingat, bayi milik seorang staf di kantor lama yang kemudian saya beri nama: Bintang Kalipaksi. Nah, itulah nama bayi pertama yang saya beri nama dengan imbuhan kata KALIPAKSI.

Memang, akhirnya putra saya yang ketiga menggunakan nama itu. Namanya, HAEKAL KALIPAKSI. Uniknya, dari beberapa anak-anak dengan nama akhiran KALIPAKSI itu punya aura yang berbeda. Seperti ada wibawa tersendiri, termasuk putra bungsu saya itu.

Lalu, dari mana saya mendapatkan kata KALIPAKSI itu?
Kalipaksi sebenarnya nama sebuah desa di Garut, Jawa Barat. Nama ini menjadi “keramat” setelah di desa itu seorang tokoh pemberontak bernama Kartosuwiryo membentuk sebuah pasukan khusus, yang kemudian diberi nama Batalyon Kalipaksi. Bahkan, sebagai rasa kagumnya atas kekhususan batalyon, terkadang Kartosuwiryo juga menggunakan KALIPAKSI sebagai salah satu nama sandinya. Ia memang memiliki beberapa nama sandi. Selain KALIPAKSI, yang terkemuka lainnya, yakni: IDARUL HUDA (arti: orang yang me-manage petunjuk).

Ketika saya membaca biografi sang tokoh, saya kok kepincut dengan nama itu. “Kelak, akan kuberi nama anakku dengan nama ini,” pikir saya. Bukan untuk menjadikannya pemberontak, tapi siapa tahu ketangguhan jiwa sang tokoh bisa menitis. Terlepas, dari ia seorang pemberontak, Kartosuwiryo memiliki kepribadian yang cukup istimewa: cerdas, trengginas, konsisten, dan tak kenal takut kecuali kepada Ilahi. Dari beberapa hal, saya banyak belajar dari biografinya.

Nah, jadi ketika saya memutuskan untuk membuat account blog di multiply dan wordpress, pilihan pertama adalah menggunakan kata KALIPAKSI itu.

Dari satu sisi, secara politis, saya ingin memberi warna dengan nama itu. Dulu, ketika digunakan sebagai nama sandi oleh Kartosuwiryo, nama ini sangat identik dengan eksklusivisme beragama. Sedangkan saya, saat ini cenderung untuk bersikap inklusif.

Ah…kok jadi terlalu jauh. Yang jelas, it’s just a name.

Comments»

1. diana - March 27, 2008

Kalipaksi…itu nama tempat? Saya kira nama sungai…

2. Ratih Sumiratingratri - October 30, 2008

Usaha pemberian nama yang gigih… Salut. Ngomong2 gimana cara Anda membujuk staf di kantor untuk menamai anaknya Bintang Kalipaksi? Terus, 4 bayi lainnya siapa? Apa termasuk anak ketiga Anda? Terus, apa yang membedakan anak ketiga Anda dengan kakak-kakaknya? Maaf nanya melulu, habis saya penasaran, hehehe…