kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Andi Soraya, Mantan Mujahidah di Pusaran Film Pengumbar Aurat

Andi Soraya adalah sebuah anomali: ia pernah begitu ‘perkasa’ sebagai kader perjuangan (baca: mujahidah) yang bercita-cita mentegakkan syariat Islam, tapi kini disebut-sebut sebagai salah satu artis panas, yang memerankan berbagai adegan ‘panas’ dalam beberapa film yang ia bintangi. Setelah film komedi Anda Puas Saya Loyo, kini nama Andi Soraya atau akrab disapa Aya dikaitkan dengan sebuah adegan panas terbarunya dalam sebuah thriller film berjudul “Hantu Puncak Datang Bulan”. Atas portofolionya di layar lebar itu, bahkan, sebuah ormas menjuluki ia sebagai  ”Miyabi dari Indonesia”.

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, darul islam , , ,

The Old Man and The Sea

Satu Novel Berupa-rupa Wajah

Membaca novel klasik, yang sudah berkali-kali difilmkan, ternyata tetap mengasyikkan. Bukan lantaran karena si penulisnya adalah Ernest Hemingway, yang melegenda itu. Tapi karena memang alur cerita dan detail peristiwa yang ada di dalamnya membuat saya seperti tertarik ke dalam, enggan lepas. Hahaha….seperti ikan marlin raksasa yang tertangkap kail Santiago; dua tokoh dalam buku berjudul: The Old Man and The Sea.

Naskah buku yang saya baca memang bukan naskah berbahasa Inggris, yang orisinil, melainkan naskah berbahasa Indonesia hasil terjemahan penerjemah Penerbit Serambi.

Di antara kebimbangan apakah buku itu sebuah ‘cerpen’ panjang atau novel, saya mencoba meneroka kembali jejak karya Ernest yang ia tulis saat tinggal di Kuba dan berhasil menyabet Hadiah Pulitzer 1953 untuk kategori fiksi serta Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters, sekaligus mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Sastra itu.

Info yang saya peroleh, novel atau cerpen panjang ini dianggap menyentuh sehingga berkali-kali difilmkan dan terus dibaca orang di berbagai penjuru dunia hingga saat ini. Salah satu pemeran Santiago adalah Anthony Quinn. Buku ini juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Menurut Majalah TIME terbitan 8 September 1952, buku ini tergolong novel yang sangat pendek. Hanya 27.000 kata.

Sebelum yakin benar, Ernest sampai harus membaca ulang sampai 200 kali.

“I have had to read it now over 200 times and every time it does something to me. It’s as though I had gotten finally what I had been working for all my life.”

Namun, ada secarik sisi menarik dari kisah karya Ernest ini, yang membuat saya tergerak untuk membuatnya menjadi sebuah artikel semi album gambar di blog ini. Ya…ini tentang desain sampul The Old Man and The Sea, yang ternyata multirupa. Tak seragam, seperti gaya komunis Kuba, tempat Ernest menuliskannya.

Ah…ini memang tentang sesuatu yang renyah di antara keberbobotan The Old Man and The Sea.

Ini dia cover-cover novel The Oldman and The Sea dari berbagai edisi (klik untuk detail cover).

klik untuk melihat album foto aneka cover buku novel The Old Man and The Sea di kalipaksi@multiply dot com

Filed under: buku , , ,

Rossa in Action

Ini link dari beberapa foto Rossa, ketika ia menjadi pengisi acara pada PU Award yang kemudian ditayangkan di Metro TV pada 5 Desember 2009.  Untung ada lensa 300, segalanya jadi bisa lebih jelas dari tribun atas.

Click on preview

Filed under: fotografi , , , ,

Guinness World Records untuk Koin Prita

Hari ini, 16 Desember 2009, koin yang terkumpul dari simpatisan Prita Mulyasari diperkirakan sudah mencapai 6 ton, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah (jumlah persisnya, masih menunggu informasi dari Posko Langsat).

Saya tidak tahu, apakah sudah pernah ada gerakan semacam ini sebelumnya. Yang saya ingat, pada saat krisis moneter akhir dekade 1990-an silam ada gerakan untuk mengumpulkan perhiasan, berupa emas dan berlian sebagai bentuk solidaritas rakyat terhadap Pemerintah.

Yang menarik dalam kasus Koin for Prita ini adalah solidaritas melawan tirani hukum. Anda pasti sudah banyak mendengar tentang kisah Prita yang dipenjara karena dianggap mencemarkan nama baik RS OMNI Internasional, dan akhirnya diharuskan membayar denda perdata senilai Rp 204 juta. Karena dianggap menginjak-injak prinsip keadilan, publik pun bergerak. Dipelopori oleh sekelompok orang idealis (yang sebagian di antaranya adalah kalangan blogger, seperti Hanny, Ndoro Kakung, Enda, Iqbal, dll) gerakan Koin Prita membesar. Tak diduga, koin yang terkumpul bisa mencapai 6 ton. Memang, belakangan RS. OMNI akhirnya mencabut gugatan perdata mereka, Gerakan Koin Prita tetap berjalan.

Ada pendapat di balik pencabutan gugatan perdata tersebut oleh RS OMNI, sepertinya mereka risih dengan respon publik yang sedemikian menggelombang. Yang lebih tragis, jika memang Prita harus membayar denda hasil putusan PN Tangerang itu, maka Prita akan membayarnya dengan sekitar 6 ton uang rupiah koin. Sungguh, akan menjadi berita yang sangat menghebohkan. Bahkan, mungkin saja masuk catatan Rekor MURI atau Guinness Books of Record. Ah, mana mau RS. OMNI, masuk dalam catatan Guinness Books of Record dalam rekor yang “memalukan” itu.

Sepertinya boleh juga, jika koin yang terkumpul itu dicatat dalam sejarah Rekor Dunia (Guinnes World Records) untuk dicatat dalam  Guinness Books of Record supaya bisa menjadi monumen tentang solidaritas publik yang luar biasa tersebut.

Baca juga:

  1. Koin Prita: Seteng Dadi Genteng, Century: Sewu Dadi Awu
  2. Koin Prita @ Ndoro Kakung
  3. Jumlah Koin di Posko Langsat
  4. Koin Prita Tembus 500 Juta

Filed under: blogging, internet , , , ,

member of:

free counters