biografi, motivasi, orang cacat, pelukis, tokoh, turki
In corat-coret, internasional, internasional: europe, motivasi, profesi, tokoh on Mei 10, 2009 at 8:35 am


karikatur Esref di Ripleys Believe it or Not!Sebagai pelukis buta, ia pun berhak mendapat kehormatan tercatat di Museum Ripley.

Lukisan-lukisan yang saya tampilkan di artikel ini adalah karya-karya agung pelukis Esref Armagan. Nama Esref Armagan mungkin sudah pernah Anda dengar, tapi mungkin saja belum sama sekali, seperti saya yang baru menemukan nama pelukis asal Turki itu di situs Ripleys. Yang paling istimewa dari Esref adalah bahwa ia adalah pelukis buta, yang sudah buta sejak ia lahir. Artinya, sebagai pelukis Esref belum pernah melihat satu warna pun, juga satu obyek benda pun. Mendengar fakta itu, saya berucap subhanallah ketika ia melukis wajah Bill Clinton (di bawah ini).

Bill Clinton karya Esref Armagan
kedokteran, profesi, tokoh
In motivasi, profesi, tokoh on Mei 7, 2009 at 6:37 am

Dr. Risal Satiaputra Djohan
Sebuah berita di kompas.com hari ini sekilas biasa-biasa saja, tak ada kaitannya dengan keindonesiaan kita. Tapi, begitu mencermati berita itu, ada semacam rasa bangga membacanya karena ternyata berita baik tentang keberhasilan operasi face off atau cangkok wajah pertama di Amerika itu melibatkan seorang dokter ahli bedah plastik berdarah Indonesia.
Connie Culp, yang lima tahun lalu mengalami cacat wajah akibat sebuah letusan senjata api menghancurkan wajahnya, akhirnya mendapatkan wajah baru dari seorang wanita yang telah meninggal dunia (lihat gambar).

Wajah Connie Culp sebelum dan paskaoperasi (sumber: KOMPAS)
Menurut KOMPAS, suami Connie, Thomas, menembaknya pada 2004. Sang suami kemudian dipenjara tujuh tahun. Tembakan itu membuat hidung, pipi, dan rahang Connie hancur. Matanya juga tersisa satu. Ratusan serpihan peluru dan tulang tertanam di wajahnya. Dia memerlukan tabung di tenggorokan agar bisa bernapas. Dua bulan setelah insiden, seorang pakar bedah plastik di Cleveland Clinic, Dr. Risal Djohan, memeriksa luka wanita malang itu. “Dia memberitahuku bahwa dia tidak yakin apakah bisa menolongku, tetapi dia akan mencoba,” kata Connie. Ia pun menjalani 30 kali operasi untuk memperbaiki wajahnya. Connie memberanikan diri tampil di depan umum dengan wajah barunya, Selasa (5/5). Hasilnya, lumayan! Wajah Connie terlihat “indah” dibandingkan wajah sebelumnya yang mengerikan, membuat anak-anak ketakutan.
Antasari Azhar, KPK, politik, politikana, tokoh
In politik, politikana, tokoh on Mei 3, 2009 at 1:27 pm

Kasus dugaan keterlibatan Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen jelas skandal tingkat tinggi. Yang terlibat pun pemain kelas kakap pula. Salah satunya, Sigid Haryo Wibisono, bos Koran Merdeka.
Bagi sebagian orang, Sigid Haryo Wibisono bak the phantom of the opera. Putra mantan Kasdam IV Diponegoro ini punya peran bak siluman, yang bahkan bisa membuat para pejabat tinggi negara keder dibuatnya.
Pria yang bermukim di kawasan Pati Unus Kebayoran Baru ini memang punya track record tak biasa. Meski kader Golkar, ia bisa sangat dekat dengan Bachtiar Chamsjah. Bahkan, Sigit pernah menjadi Staf Ahli Penasehat Menteri Sosial (Bidang Khusus) Bachtiar Chamsjah. Di kalangan terbatas, konon Sigid punya kartu truf Bachtiar, yang membuatnya kadang-kadang bisa menyetir Menteri Sosial. Benar atau tidak, namanya juga konon?
Semasa masih menjadi Penasehat Staf Ahli Menteri, bukan rahasia umum jika Sigid bisa memfasilitasi para mitra/rekanan Depsos untuk menggiring proyek. Menurut kalangan rekanan, terutama yang berlatar belakang “bukan orang Medan”, sebenarnya peran Sigid di Depsos ketika itu cukup membuat keseimbangan pembagian kue proyek di lingkungan Salemba 31 (Depsos). Bukan rahasia umum, Depsos sempat dikuasai mafia rekanan Medan–apalagi, sejak Bachtiar mengangkat Ghazali Situmorang, sesama partner asal Medan, sebagai Dirjen Banjamsos dan kemudian Sekjen di Depsos.
Nama Sigit juga disebut-sebut sebagai “the phantom” dalam kisruh PKB. beberapa waktu silam. Muhaimin Iskandar menuding Sigit sebagai tokoh intelektual di balik konflik itu. Waktu itu, pria bernama KRMT Sigit Haryo Wibisono itu baru saja loncat dari pengurus DPD Golkar Jateng ke PKB. Di PKB, ia digosipkan punya andil dalam pembekuan beberapa pengurus wilayah dan cabang. Ia juga disebut turut “menggosok” Gus Dur untuk me-MLB-kan Muhaimin. Gosip-gosip itu beredar karena dia terlihat akrab dengan Yenny, putri Gus Dur yang aktif di bidang politik.